WELCOME

SELAMAT DATANG di blog saya...

Rabu, 23 Juli 2025

Rinduku yg tak memudar

 2 malem ini dingin banget yah, hidung bampet, badan gigil. Malem ini rasa lebih dingin dr kmrn, entah ini demam atau sebatas memang masuk musim bediding.


Beberapa hari dikasih mimpi ketemu ayah sama Allah.

Kangen, iya dong. As always Miss you. 

Alhamdulillah ya Allah. 

Terimakasih untuk mimpinya. Setiap kali mimpi selalu diajak jalan, seperti tau apa kesukaan bunda. Tapi mimpi 2 hari ini rasa jauh berbeda. Kemarin ayah peluk bunda kenceng banget. Semalem ayah ajak bunda jalan ikut ayah. Ajakkan. Rasa ini ga sama seperti mimpi sebelumnya. Ayah ga bilang apa-apa,tapi ayah pegang tangan bunda kenceng, dan suruh bunda bonceng sepeda. Buat temenin ayah.

Mbah uti narik bunda, bilang ga boleh. Itu jelas banget, seolah ayah dan mbah uti ingin sesuatu yg bertolak belakang saling menarik bunda. 

Ntah seterusnya gimana. Blank, bunda ga inget apa-apa.


Rindu. Iya bunda rindu pengin banget ketemu ayah. Tapi bunda juga butuh bekal yg banyak. Bekal biar kita bisa saling meninggikan derajat kita disyurganya Allah. 

Semoga Allah ridho ya Yah. Kita berkumpul di surga firdausnya Allah.


Ya Robb, jadikan sisa umurku bermanfaat. Jadikan taubat hamba sebagai penggugur dosa-dosa hamba, dan gantikan dengan pahala atas RahmatMu. 


Ayah, ada banyak hal yg ingin banget bunda ceritain. Tentang anak-anak, tentang keseharian bunda dan tentang banyak hal yg biasa bunda sedikit-sedikit cerita ke ayah.


Ya Rob. Malam ini dan seterusnya, berikan hamba kesehatan untuk lebih baik lagi dalam ibadah kepadaMu. Jadikan sisa umurku, menjadi bekal diakhirat dengan mudah.


Ya Robb, jaga ia, suami hamba yg telah dialam barzah, berkahi ia, berikan lah selalu rahmatMu padanya, jadikan kubur nya sebagai taman dari taman surgaMu. Aamiin

Kamis, 20 Februari 2025

Takdirku Adalah Terbaik Dari Allah

Menjelang 3tahun kepergianmu. 

Bukan hal yang mudah, tapi aku yakin Allah sedang memberiku hal yang indah. 

Bertemu dan berpisah. Semua telah Engkau tetapkan. Semoga sabar dan syukur juga selalu Engkau karuniakan untukku. 

Ya Robb, lapangkan selalu hati ini. 

Lindungi keluargaku dari setiap keburukan yang kami temui. 

Limpahkan selalu hidayahMu untuk kami, agar senantiasa bahagia dan mudah dalam syariatMu

Ya Robb, kumpulkan kembali kami dalam SurgaMu. 

Rindu, yang entah kapan mampu terobati. Ayah

_________________________

Nduk, tetap lembut dan penyayang yaaa.... 


Jumat, 12 Mei 2023

Dari-Mu adalah yang terbaik

Hari-hari menjelang Idul Fitri. 
Idul Fitri kedua tanpa mu

Allah, aku yakin Ketetapan Mu adalah yg terbaik. 

Lapangkanlah selalu hati ini menerima qodo dan qodhar Mu. Ikhlaskan selalu hati ini dalam segala keadaan yg Engkau tetapkan untukku. 

Andai bukan karenaMu ya Allah, sungguh hati ini sudah sangat rapuh. Terpuruk dengan separuh hidupku yg telah Engkau ambil, kembali padaMu. 

Kamis, 23 Maret 2023

Rindu


 Sangat rindu. 

Ingatanku tetiba melayang pd setahun yang lalu di ruang arumbinang RS kebumen. 

Di jam jam melelahkan untukmu, merasakan sakit, dan segala rasa yg mungkin sangat menganggumu. 

Berkumpul semua saudara diruangan itu, tapi tak membuat engkau tersenyum. Panggilan istriku, minta untuk minum. Masih terngiang di telinga ini. 

Engkau yg makin terihat bingung dengan kondisimu sendiri dijam jam ini. 

Engkau pernah sampaikan "Bunda, sakaratul maut itu katanya sakiiitt banget, semoga kita di jaga Allah saat sakaratul mau biar tetap dalam iman pd Allah" Dan ketika engkau berada dlm keadaan itu, aku melihatnya. Justru tenang dan lafadz laa ila ha ilallah terucap terus di bibirmu. Semoga menjadi bekal di jalanmu kemudian. Allah mencintaimu. Kami semua pun mencintaimu. 

Setiap masuk ICU, engkau selalu panik, selalu berkata "ayah pengin sama bunda terus" " Ayah takut kalau pas sakit ga ada bunda"

Ayah, skrg ga merasa sakit lagi. Semoga Rahmat Allah selalu tercurah buat ayah. Suami, yang begitu penuh tanggung jawab buat keluarga, kepala keluarga yg penuh rasa sayang buat kami semua. 


Setahun berlalu




 

Semoga Allah selalu merahmatimu, melapangkan kuburmu, dan mengaruniakan taman dari taman surga untukmu. 


Bukan untuk mengeluh, hanya ingin sedikit melepas sesak yang belum sepenuhnya bisa lepas dari nafas ini. 


"Tiadalah sesuatu bencana yang menimpa bumi dan pada dirimu sekalian, melainkan sudah tetulis dalam kitab [lauh al-mahfuz] dahulu sebelum kejadiannya,”


Dan Allah Maha Penyayang HambaNya. 

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." 


Allah selalu menetapkan hal baik kepada hamba-Nya. 

"Bisa jadi Engkau membenci sesuatu tapi itu baik Untukmu, Bisa jadi Engkau menyukai sesuatu tapi itu buruk untukmu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"


Wahai hati, yakinlah terus. Bahwa Allah memberikan yang terbaik untukmu. Cukuplah bersabar dan terus bersyukur, InsyaAllah, Allah yg akan melapangkan dirimu.

Selasa, 10 Mei 2022

Titik Terendahku


 Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Ya Allah! Ampunilah almarhum (jenazah),berilah dia rahmat-mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya."

Sandaran hidup ku telah berpulang kepada pemiliknya. Allah Subhanahu wata'ala. 

Suami, yg menemaniku setiap harinya. Disishku setiap waktunya. 

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

"Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, sejahterakan dan maafkanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka."

Tak banyak yg mampu ku ucap, karena sesak di dada begitu berat menimpa ku. 

Kuatkan aku ya Robb ku. 

24 Maret 2022 
Pukul 15.30. Ba'da kumandang adzan ashar 

Jumat, 13 Desember 2019

Jenis-jenis jerawat

Jerawat umumnya disebabkan karena pori-pori kulit yang tersumbat oleh minyak berlebih, kotoran, sel kulit mati, dan terinfeksi bakteri. Tapi jerawat juga bisa muncul karena perubahan hormon dalam tubuh.

Jenis jerawat itu sendiri dibagi dalam dua kelompok, yaitu jerawat noninflamasi (tidak menyebabkan pembengkakan) dan jerawat inflamasi (menyebabkan pembengkakan pada kulit yang berwarna merah).

Jenis jerawat tersebut meliputi;

1. Blackhead (komedo terbuka)
Komedo hitam (blackhead) adalah benjolan kecil berwarna hitam di permukaan kulit wajah, seringnya muncul di area hidung.

Komedo hitam muncul karena folikel rambut pada pori yang terbuka tersumbat oleh minyak (sebum) dan sel-sel kulit mati. Jenis jerawat ini tampak seperti bintik-bintik hitam karena bagian atas pori-pori kulit tetap terbuka, namun sisa di bawahnyalah yang tersumbat.

Komedo hitam tidak menimbulkan rasa sakit atau kemerahan di kulit seperti jerawat pada umumnya. Blackhead juga sering disebut sebagai jerawat ringan karena tidak menyebabkan peradangan.

2. Whitehead (komedo tertutup)
Whitehead atau komedo tertutup juga merupakan jenis jerawat yang disebabkan penyumbatan pori-pori  oleh minyak dan sel kulit mati.

Namun tidak seperti komedo hitam yang hanya tersumbat sebagian, penyumbatan whitehead menutupi seluruh permukaan teratas pori. Alhasil, penampilan jerawatnya akan seperti benjolan putih kecil.

Whitehead dapat terjadi pada siapa saja di usia berapa saja. Namun memang lebih sering dialami wanita, terutama di masa pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause karena pengaruh hormon.

Whiteheads umumnya lebih susah diobati ketimbang blackheads karena pori-pori sudah tertutup.

3. Papula
Papula adalah jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit, dapat teraba sebagai tonjolan padat dan terasa nyeri. Kulit di sekitar tonjolannya tampak bengkak kemerahan. Namun, jerawat papula tidak memiliki titik nanah pada puncaknya.

Papula muncul ketika whitehead atau blackhead dibiarkan sampai memicu iritasi parah yang merusak kulit di sekitarnya. Kerusakan ini menyebabkan peradangan pada kulit, sehingga jadilah papula. Itu kenapa papula sering juga disebut jenis jerawat inflamasi.

4. Pustula
Pustula adalah jenis jerawat berupa benjolan yang lebih besar dan lunak. Bagian dasarnya berwarna kemerahan, sementara puncaknya berwarna putih atau kekuningan dan tampak lebih terangkat karena terisi nanah.

Pustula muncul sebagai akibat dari bakteri yang menginfeksi sumbatan pori-pori tersebut. Nanah terbentuk di bawah kulit ketika sel imun bekerja melawan infeksi. Papula sering juga disebut jenis jerawat inflamasi.

Jerawat pustula terlihat lebih besar dan lebih bengkak dibanding whitehead.

5. Nodul
Nodul adalah jenis jerawat inflamasi yang terbentuk di bawah kulit dan bisa menimbulkan rasa sakit. Nodul terlihat seperti papula, tapi lebih dalam dan besar serta tidak memiliki puncak berwarna putih.

Jerawat ini awalnya berkembang dari pori-pori yang tersumbat dan kemudian terinfeksi bakteri. Infeksi tersebut bisa masuk jauh ke bawah permukaan kulit hingga merusak jaringan dan sel-sel yang berada jauh di bawahnya. Akibatnya, pori-pori yang terkena menjadi merah dan bengkak.

Setelah benjolan mengempis, biasanya akan muncul bekas jerawat yang berwarna gelap.

6. Jerawat kistik (jerawat batu)
Jerawat kistik alias jerawat batu terbentuk jauh di lapisan kulit yang lebih dalam. Penyebab utamanya adalah penyumbatan pori oleh sel kulit mati yang dibarengi dengan infeksi bakteri. Akibatnya, muncul benjolan merah besar, bertekstur lunak karena berisi bernanah, yang terasa sakit ketika tersentuh.

Infeksi bakteri kemudian dapat menyebabkan peradangan lebih lanjut di dalam kulit. Hal ini dipicu oleh perpecahan pori di bawah kulit, dan membuat peradangan menyebar ke jaringan kulit lebih dalam. Jika hal tersebut terus berlanjut, peradangan akan makin meluas dan jerawat-jerawat baru pun muncul.

Jerawat batu dapat meninggalkan bekas luka setelah bengkaknya menghilang.

Pastikan penanganan sesuai dengan jenis dan penyebab jerawat ya.

Salam sehat dan cantik
Http://bit.ly/Bundanung

Senin, 09 Desember 2019

Taukah kamu apa yang terjadi pada kulit seiring dengan penambahan usia...???



Ketika terjadi penuaan, lapisan epidermis (lapisan terluar dari kulit) menipis, walaupun beberapa sel tetap tidak mengalami perubahan, namun jumlah sel yang mengandung pigmen (melanosit) akan menurun. Fungsi dari melanosit ini adalah melindungi kulit dari kerusakan, seperti menyerap sinar ultraviolet. Ciri-ciri kulit yang menua yaitu kulit menjadi lebih tipis, lebih pucat, dan lebih terlihat jelas apa yang ada di balik kulit. Selain itu juga mulai muncul bintik-bintik pigmentasi di bagian kulit yang terpapar sinar matahari atau disebut juga bintik-bintik penuaan atau lentigos.

Pada kelenjar sebaceous juga mengalami penurunan produksi minyak. Kekurangan minyak pada kulit dapat menyebabkan kulit kesulitan untuk menjaga kelembapannya, sehingga menjadi kering dan mudah gatal. Ketika dilihat di dalam mikroskop, tanda-tanda penuaan dapat terlihat, beberapa kerusakan terjadi pada lapisan dermis.

Menua memang tidak dapat dihindari ya, begitupun penuaan pada kulit. Rata-rata perubahan kulit ini terjadi karena paparan sinar matahari dan berikuta aku share tips untuk mengurangi dampak paparan sinar matahari :
👉  Sebisa mungkin minimalkan berjemur di bawah sinar matahari,
Meskipun UVB baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi, lama paparan sinar matahari pada jam 09.00 hanya 15 menit dan jam 11 hanya 5menit saja. Inipun cukup 3x seminggu. (kompas.com)
👉 Gunakan sunscreen dengan kualitas baik ketika Anda berada di luar, bahkan saat musim hujan
👉  Gunakan aksesoris yang melindungi Anda dari sinar matahari seperti topi dan kacamata hitam
👉🏻  Jangan lupa untuk konsumsi nutrisi yang baik dan cairan yang cukup. Dehidrasi dapat berisiko terhadap luka kulit.
👉🏻  Gunakan pelembap untuk kulit

(Source: hellodoc.com)

Nah buat kamu yang mengharuskan banyak terpapar matahari sudah mulai terlihat bintik hitam pada wajah.
Untuk mengatasi fase perubahan warna kulit dengan proses sebagai berikut:
1. Minimalkan pengaktifan perubahan warna
2. Menghambat sintesis perubahan warna
3. Mengurangi ekspresi perubahan warna pada kulit

Proses-proses inilah yang TriPhasic White Nuskin gunakan dalam mengatasi masalah flek kulit dan kusam. Ditambah teknologi anti aging dari nuskin yang telah dipatenkan sebagai anti aging yg bekerja sampai ke gen.

By. Nur Chasanah

#TriPhasicWhite
#AntiAging
#kusamdanflekhitam
#menuadengansehatdancantik

Minggu, 08 Desember 2019

PAKAI DEODORAN BISA PICU KANKER, MITOS ATAU FAKTA oleh dr Wim Panggarbesi, SpB(K)Onk

Minggu, 12 Mar 2017 05:59 WIB
Pakai Deodoran Bisa Picu Kanker, Mitos atau Fakta?
Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth

Jakarta - Pemakaian deodoran saat ini sudah menjadi hal yang biasa dilakukan sehari-hari. Namun ada pula yang menyebutkan kebiasaan ini bisa memicu kanker.

Menanggapi informasi ini, dokter spesialis kanker dari RS Mitra Keluarga Bekasi dr Wim Panggarbesi, SpB(K)Onk menjelaskan bahwa hal ini sama sekali tidak benar.

"Tidak itu, deodoran kan hanya menempel di situ saja. Saya sendiri belum pernah ketemu orang yang kanker gara-gara deodoran," imbuh dr Wim dalam seminar 'Multi Disciplinary Approach in Cancer Therapy in Managing Top Cancer Incident in Men & Women' yang diadakan di RS Mitra Keluarga Bekasi, Sabtu (11/3/2017)

Selama beberapa tahun, para peneliti telah mempelajari hubungan antara zat yang disebut paraben dan kanker payudara. Paraben banyak digunakan sebagai pengawet untuk membunuh kuman pada kosmetik seperti deodorant atau antiperspirant.

Peneliti telah mengetahui bahwa paraben sedikit menyerupai fungsi hormon estrogen pada wanita. Sedangkan hormon estrogen sendiri merupakan faktor risiko kanker payudara. Penelitian tahun 2004 menemukan adanya paraben dalam sampel jaringan kanker payudara, namun 99 persen paraben dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk kosmetik dan makanan.

American Cancer Society mengatakan 99 persen manusia sebenarnya terpapar oleh paraben setiap hari, namun hingga kadar tertentu bahan tersebut aman bagi manusia. Penelitian tahun 2002 juga membuktikan, tidak ada bukti peningkatan risiko kanker pada pengguna parfum dan deodoran.

Sabtu, 07 Desember 2019

Memahami Fungsi Antiperspirant dan Fakta Penggunaannya terhadap Kesehatan

Umumnya orang mengoleskan antiperspirant untuk menjaga ketiaknya tetap kering dan wangi. Antiperspirant adalah zat kimia yang dapat mengurangi produksi keringat. Zat ini banyak ditemukan dalam produk pewangi ketiak.

Meski demikian, beredar isu bahwa penggunaan antiperspirant berkaitan dengan berbagai kondisi, seperti alergi, kanker, bahkan penyakit Alzheimer. Benarkah demikian?

Fungsi Antiperspirant dan Perbedaan dengan Deodoran
Sebagian orang menganggap antiperspirant dan deodoran adalah produk yang sama, padahal keduanya adalah memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda

Antiperspirant mengandung bahan yang dapat menyumbat kelenjar keringat sehingga produksi keringat akan berkurang, sedangkan deodoran mengandung bahan yang dapat menghilangkan bau badan akibat pertumbuhan bakteri dari keringat. Selain itu, antiperspirant tergolong sebagai obat dan deodoran termasuk produk kosmetik.

Meski merupakan dua zat berbeda, sebagian besar produk pewangi ketiak yang ada di pasaran adalah kombinasi kedua zat tersebut. Namun, ada juga produk yang memiliki salah satu kandungan saja.

Fakta Penggunaan Antiperspirant dan Deodoran terhadap Isu Kesehatan
Biasanya produk antiperspirant atau deodoran tidak hanya terdiri dari dua zat ini saja. Sejumlah bahan lain, seperti paraben (sebagai pengawet), lanolin (sebagai pelembap), propylene glycol atau senyawa alkohol lain (sebagai pelarut dan pengemulsi), dan wewangian, juga terkandung didalamnya.

Berikut ini adalah beberapa isu kesehatan yang dikaitkan dengan penggunaan antiperspirant beserta faktanya:

1. Reaksi alergi
Reaksi alergi bisa saja terjadi pada sebagian orang setelah pemakaian antiperspirant dan deodoran. Hal ini ditandai dengan rasa gatal, ruam merah atau bentol pada ketiak. Alergi biasanya muncul akibat penggunaan produk yang mengandung wewangian.

Bila mengalami gejala tersebut, hentikan pemakaian produk dan periksakan ke dokter. Dokter dapat memberikan krim atau salep dengan kandungan kortikosteroid untuk meredakan reaksi alergi. Untuk mencegahnya, pilihlah produk tanpa tambahan wewangian dan berlabel “hipoalergenik” (tidak menimbulkan alergi).

2. Kanker
Penggunaan antiperspirant setiap hari dinilai dapat membuat kandungan aluminium dan paraben menyerap ke dalam kulit dan memicu kanker payudara.

Dugaan ini muncul karena kedua kandungan zat tersebut mirip dengan estrogen. Estrogen adalah salah satu hormon yang dapat memicu perkembangan kanker payudara. Terlebih lagi, senyawa aluminium juga diperkirakan dapat bereaksi langsung dengan jaringan payudara.

Meski begitu, hingga saat ini, belum ada penelitian yang dapat membuktikan adanya hubungan antara penggunaan antiperspirant atau deodoran dengan perkembangan kanker payudara.

3. Penyakit Alzheimer
Garam aluminium, seperti aluminium klorida dan aluminium zirconium, merupakan bahan aktif pada antiperspirant. Kandungan ini diduga bisa meningkatkan resiko penyakit Alzheimer.

Dugaan tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut. Karena walaupun pada beberapa studi ditemukan peningkatan konsentrasi aluminium pada otak penderita Alzheimer, namun belum dapat dipastikan hubungan antara paparan aluminium dengan munculnya penyakit Alzheimer.

4. Penyakit ginjal
Pasien gangguan ginjal kronis stadium 4 atau 5 perlu berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum menggunakan produk antiperspirant. Hal ini dikarenakan pada stadium tersebut, ginjal tidak bisa lagi menyaring aluminium secara optimal. Sehingga sebisa mungkin penggunaan produk yang mengandung aluminium dihindari.

Beberapa masalah kesehatan yang diduga muncul akibat penggunaan produk antiperspirant dan deodoran ternyata belum terbukti benar dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bila Anda masih khawatir, pilihlah produk antiperspirant dan deodorant yang bebas aluminium dan paraben. Jika keringat berlebih dan bau badan semakin mengganggu atau jika Anda memiliki masalah kesehatan sehingga tidak bisa menggunakan produk antiperspirant, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 4 Juli 2019
Ditinjau oleh : dr. Merry Dame Cristy Pane

Sou


https://www.alodokter.com/memahami-fungsi-antiperspirant-dan-fakta-penggunaannya-terhadap-kesehatan

Klaim memakai deodoran menyebabkan kanker yang menyebar.


Untuk beberapa waktu, beberapa rumor menyebar dan mengatakan bahwa deodoran / antirespirant dapat menyebabkan kanker payudara, seperti:

Zat penyebab kanker dalam antirespirant diserap melalui bekas luka akibat pisau cukur di area ketiak. Zat – zat ini dikatakan disimpan di kelenjar getah bening di bawah lengan dan menyebabkan konsentrasi racun yang tinggi yang menyebabkan sel bermutasi dan menjadi kanker.
Sebagian besar kanker payudara berkembang di kuadran luar atas payudara karena daerah itu paling dekat dengan kelenjar getah bening yang terpapar deodoran / antiperspiran. (Bayangkan payudara sebagai lingkaran yang dibagi oleh garis vertikal dan horizontal yang menyilang pada puting susu. Masing-masing dari 4 sektor yang Anda bagi pada payudara disebut kuadran. Kuadran luar atas dari setiap payudara adalah bagian yang paling dekat dengan lengan.
Pria memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara karena mereka tidak mencukur ketiak mereka, dan rambut ketiak mereka membuat bahan kimia di deodoran / antiperspiran tidak terserap.
Semua klaim ini sebagian besar tidak benar.

Pertanyaan tentang antiperspiran dan kanker payudara: Apakah memakai deodoran menyebabkan kanker payudara?

Tidak ada studi epidemiologi yang kuat dalam literatur medis yang menghubungkan risiko kanker payudara dan penggunaan deodoran / antiperspiran, dan sangat sedikit bukti ilmiah untuk mendukung klaim ini.

Faktanya, sebuah studi epidemiologi yang dirancang dengan hati-hati dari masalah ini diterbitkan pada tahun 2002 membandingkan 813 wanita dengan kanker payudara dan 793 wanita tanpa penyakit. Para peneliti tidak menemukan hubungan antara risiko kanker payudara dan penggunaan antiperspiran, penggunaan deodoran, atau pencukuran ketiak.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2003 melihat tanggapan dari kuesioner yang dikirim kepada wanita yang menderita kanker payudara. Peneliti melaporkan bahwa wanita yang didiagnosis dengan kanker payudara pada usia yang lebih muda mengatakan mereka menggunakan antiperspiran dan mulai mencukur ketiak mereka lebih awal dan bercukur lebih sering daripada wanita yang didiagnosis ketika mereka lebih tua. Tetapi desain penelitian tidak termasuk kelompok kontrol wanita tanpa kanker payudara dan telah dikritik oleh para ahli karena tidak relevan dengan keamanan praktik kebersihan ketiak ini.

Secara umum, mungkin wanita yang lebih muda lebih sering untuk mencukur ketiak mereka dan menggunakan antiperspiran dibandingkan wanita yang lebih tua, tidak terkait dengan apakah mereka terkena kanker payudara atau tidak. Misalnya, sebagian besar wanita yang lahir pada 1950-an dan 1960-an mungkin sudah mulai bercukur lebih awal dan menggunakan antiperspiran lebih sering daripada wanita yang lahir pada 1930-an dan 1940-an. Banyak wanita juga mungkin mencukur dan menggunakan antiperspirant lebih jarang seiring bertambahnya usia. Ini lebih mungkin menjadi penjelasan dari temuan peneliti tersebut daripada saran bahwa tindakan ini menyebabkan kanker. Sebagai catatan, penelitian ini menanyakan tentang produk antiperspiran yang sedang digunakan para wanita pada saat menjawab pertanyaan, bukan apa yang mereka gunakan sebelum mereka terkena kanker payudara.



Apakah menggunakan antiperspirant setelah bercukur memungkinkan bahan kimia masuk ke tubuh dari ketiak dan meningkatkan risiko kanker payudara?: Memakai deodoran menyebabkan kanker?

Torehan / luka karena silet dapat meningkatkan risiko infeksi kulit. Jika kulit ketiak sudah rusak atau terinfeksi, ada kemungkinan beberapa antiperspiran dapat menyebabkan iritasi ringan. Tetapi kecil kemungkinannya bahwa ini merupakan sumber utama karsinogen (zat penyebab kanker) yang masuk ke dalam tubuh dan mencapai sel-sel payudara.



Haruskah saya khawatir tentang paraben?: Memakai deodoran menyebabkan kanker?

Paraben adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dan sebagai aditif makanan. Mereka dapat ditemukan dalam banyak jenis make-up (seperti lipstik, maskara, concealer, dan foundation) dan produk perawatan kulit (seperti lotion, produk cukur, dan tabir surya). Paraben dapat diserap melalui kulit.

Asupan paraben mungkin menjadi perhatian karena penelitian telah menunjukkan bahwa paraben memiliki sifat seperti estrogen yang lemah. Estrogen adalah hormon wanita yang diketahui menyebabkan sel-sel payudara (normal dan kanker) tumbuh dan membelah. Dan beberapa kondisi yang meningkatkan eksposur tubuh terhadap estrogen (seperti tidak memiliki anak, menopause terlambat, obesitas, dll) telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Pada tahun 2004, sebuah penelitian kecil menemukan jejak paraben pada beberapa sampel tumor kanker payudara. Tetapi ada beberapa poin penting tentang temuan penelitian:

Para peneliti hanya mencari keberadaan paraben dalam sampel kanker payudara. Studi ini tidak menunjukkan bahwa paraben menyebabkan atau berkontribusi terhadap perkembangan kanker payudara dalam kasus ini – itu hanya menunjukkan bahwa mereka ada di sana. Yang berarti ini belum jelas.

Meskipun paraben memiliki sifat seperti estrogen yang lemah, estrogen yang dibuat dalam tubuh ratusan hingga ribuan kali lebih kuat. Jadi, estrogen alami (atau yang diambil sebagai pengganti hormon) jauh lebih mungkin berperan dalam perkembangan kanker payudara.

Paraben banyak digunakan sebagai pengawet dalam sampo, lotion, kosmetik lainnya, dan bahkan makanan. Studi ini tidak mengandung informasi apa pun untuk membantu menemukan sumber paraben yang ditemukan di jaringan payudara – tidak jelas apakah mereka berasal dari antiperspiran atau dari sumber lain.

Namun sejauh ini, penelitian belum menunjukkan hubungan langsung antara paraben dan masalah kesehatan, termasuk kanker payudara. Ada juga banyak senyawa lain di lingkungan yang meniru estrogen yang diproduksi secara alami.

Meskipun saat ini tidak ada risiko kesehatan yang jelas dari paraben dalam makanan, obat-obatan, kosmetik, dan produk perawatan kulit, orang yang khawatir tentang paparan paraben dapat menghindari produk yang mengandung paraben. Produk yang mengandung paraben diharuskan untuk mencantumkannya sebagai bahan. Sebagian besar paraben memiliki nama yang mengandung kata “paraben,” sehingga mudah ditemukan.



Apakah pria lebih kecil kemungkinannya terkena kanker payudara karena antiperspiran tersangkut di rambut ketiak mereka dan tidak diserap oleh kulit mereka?: Memakai deodoran menyebabkan kanker?

Pria jauh lebih kecil kemungkinannya daripada wanita untuk terkena kanker payudara, terutama karena pria memiliki jaringan payudara jauh lebih sedikit daripada wanita. Wanita memiliki sekitar 100 kali lebih banyak jaringan payudara daripada pria dan sekitar 100 kali lebih mungkin mengembangkan kanker payudara.

Hormon juga berperan. Pria dengan kondisi metabolik atau genetik yang mengarah pada peningkatan kadar estrogen memiliki peningkatan risiko terkena kanker payudara.

Penyerapan rambut ketiak dan antiperspirant belum dikaitkan dengan risiko kanker payudara pria.



Mengapa dokter saya memberi tahu saya untuk tidak menggunakan antiperspiran atau deodoran pada hari tes mammogram saya? Memakai deodoran menyebabkan kanker?

Anda diminta untuk tidak menggunakan antiperspiran atau deodoran pada hari Anda mendapatkan mammogram karena banyak dari produk ini mengandung aluminium. Logam ini dapat muncul di mammogram sebagai bintik-bintik kecil. Bintik-bintik ini dapat terlihat seperti sertifikasi mikro, yang merupakan salah satu hal yang dicari dokter sebagai tanda kemungkinan kanker. Tidak menggunakan produk ini membantu mencegah kebingungan ketika film mammogram ditinjau.



Reviewed by: dr. Sylvani Gani

Source: https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/antiperspirants-and-breast-cancer-risk.html

Selasa, 06 Agustus 2013

Untukmu

Untukmu......orang yang dipanggil bapak oleh anakku.....

Maaf adalah kata yang sebenarnya ingin ku ucapkan langsung dihadapanmu....tapi aku yakin aku takkan mampu dan engkau pun mungkin tak kan pernah ingin untuk melihatku lagi.
Engkau pernah menjadi bagian dalam hidupku. Engkau pernah mengisi hatiku, pernah aku puja dan ku sayangi. Tapi jalan ini berkata lain...
Engkau kini jauh. Tak mungkin ku raih dan tak mungkin tuk ku mengharapmu lagi.
Aku tau, sayang yang kau miliki untukku, aku bisa merasakan perhatian yang kau berikan untukku.....
Tapi inilah aku dengan semua kekuranganku. Tak mampu menerima semua kasih dan perhatian darimu.....

Sesal...???? TIDAK....!!!!

Aku tak menyesal untuk menjalani keputusanku ini. Inilah konsekwensi yang harus ku terima dengan langkah ini. Peluh, air mata, senyum,  tawa.... semua memang harus aku lalui....

Selamat tinggal masa lalu. Semoga terbaiklah yang selalu kita terima dariNya...

AMIEN.....

Senin, 24 Juni 2013

Dewasa

Usiaku 29 tahun di tanggal 28 juni besok. Tapi belum juga aku mengerti seperti apa karakter dewasa itu. Bertanya pada diri sendiri tak pernah aku tau jawabannya. Bertanya pada orang pun tak pernah ku temukan jawaban yg sama.
Pengalaman,  pembelajaran,  nasehat, dan semua yang kata orang bisa akan membuat ku dewasa. Tapi kenapa aku ragu, mampukah aku menjadi dewasa?
Takut, aku tak mampu menjadi dewasa.
Aaaahhhhh..... haruskah setiap orang menjadi dewasa dengan usia dan karakternya?

Nur Ch

Senin, 12 November 2012

PENGARUH TERAPI SPIRITUAL TERHADAP PASIEN DENGAN HIV / AIDS



Di Indonesia pengobatan spiritual biasanya dikaitkan dengan agama. Benson memperkenalkan teknik respon relaksasi yaitu suatu teknik pengobatan untuk menghilangkan nyeri, insomnia, atau kecemasan. Cara pengobatan ini merupakan bagian dari pengobatan spiritual.  Langkah-langkah respon relaksasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : (DR. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp Pd, KAI):
  1. Pilihlah kalimat spiritual yang akan digunakan.
  2. Duduk dengan santai.
  3. Tutup mata.
  4. Kendurkan otot-otot.
  5. Bernafaslah secara alamiah. Mulai mengucapkan kallimat spiritual yang dibaca secara berulang.
  6. Bila ada pikiran yang mengganggu, kembalilah fokuskan pikiran.
  7. Lakukan 10-20 menit.
  8. Jika sudah selesai, jangan langsung berdiri duduklah dahulu kemudin beristirahatlah. Buka pikiran kembali. Baru berdiri dan melakukan kegiatan kembali.

Chicoki, (2007) mengatakan agama dan spiritualitas membantu orang dengan HIV/AIDS (ODHA) meninjau kembali kehidupan mereka, menafsirkan apa yang mereka temukan, dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari untuk kehidupan baru dan membantu seseorang menemukan makna baru hidup setelah didiagnosis HIV. Sesuai dengan hasil penelitian Ironson, stuetzel & Fletcher, (2006) yang mengatakan 45 % partisipannya menunjukkan peningkatan spiritualitas setelah didiagnosa HIV, 42 % tetap sama, dan 13 % menurun.
Kemp, (1999) mengatakan bahwa Tuhan adalah Zat yang memiliki kekuatan yang besar dan mengetahui segala sesuatu di alam ini, yang menguasai ketakutan manusia dan mempunyai kemampuan melebihi manusia. Selaras dengan hasil penelitian Cotton, Puchalski & Sherman, (2006) mengatakan agama digunakan sebagai koping positif untuk penyakit HIV/AIDS oleh klien.
Choki (2007) mengatakan spiritualitas pada klien HIV/AIDS adalah jalan untuk mengobati masalah emosional melalui agama dan spiritual. Penderita HIV/AIDS menjadi pribadi yang baru baik secara sadar maupun tidak sadar untuk memahami spiritualitas mereka dan diri mereka sendiri. Selain itu merupakan stimulus untuk menggali kembali kehidupan rohani dari kehidupan mereka. Bahkan melepas hal-hal yang tadinya merupakan bagian penting dari kehidupan mereka seperti sebelum didiagnosa HIV/AIDS.
Klien HIV membutuhkan dukungan dari lingkungan sosialnya untuk menjalani kehidupan sehari-harinya sesuai dengan penelitian Yi, Mrus, Wade. Et al (2004) melakukan penelitian tentang agama, spirituallitas, dan symptom depresi pada klien dengan HIV/AIDS mengatakan 53,6 % responden mengalami depresi yang signifikan. Depresi yang dialami oleh HIV/AIDS salah satu satunya dipengaruhi oleh kurangnya dukungan sosial.
Dukungan sosial juga di realisasikan dalam harapan kliendengan HIV/AIDS untuk mempunyai harapan untuk kehidupan yang lebih baik dai hari depan. Harapan tersebut menurut Irsanty Collein, FK UI, 2010 adalah mencari pekerjaan dan memulai hidup yang baru, masih ingin terus berkarya dan memanfaatkan kesempatan yang di berikan Tuhan, memperbaiki diri dalam kegiatan keagamaan dan memulihkan fisik dulu.
Wensley, (2008) mengatakn perawat berada pada posisi terbaik untuk memberikan asuhan keperawatan spiritual pada klien hanya dengan menjadi pendengar yang baik, membantu klien mengungkapkan keyakinan mereka dan mendampingi klien selama perjalanan penyakitnya serta menyediakan perawatan rohani untuk klien HIV/AIDS akan tetapi pada kenyataanya perawat kurang mempunyai waktu untuk mendengarkan keluhan partisipan.
Disinilah peranperawat yang paling penting dalam meberikan asuhan keperawatan kepada klien dengan HIV/AIDS karena pada dasarnya mereka membutuhkan untuk didengarkan. Seperti dalam kebutuhan dasar Maslow dalam piramidanya yang salah satunya adalah kebutuhan untuk didengarkan dan mendengarkan.
Henderson mengatakan fungsi khas perawat yaitu melayani individu baik sakit maupun sehat dengan berbagai aktivitas yang memberikan sumbangan terhadap kesehatan dan upaya penyembuhan (maupun upaya mengantar kematian yang tenang) sehingga klien dapat beraktifitas mandiri dengan menggunakan kekuatan, kemauan, dan pengetahuan yang dimilikinya. Jadi, tugas utama perawat yaitu membantu klien menjadi lebih mandiri secepatnya. Henderson memandang manusia secara holistic atau secara keseluruhan, terdiri dari unsur fisik, biologis, sosiologi, dan spiritual.
            Neuman memandang manusia secara keseluruhan (holistic) yaitu terdiri dari faktor fisiologis, psikologis, social-budaya, faktor perkembangan dan faktor spiritual yang berhubungan secara dinamis dan tidak dapat dipisah-pisahkan.
            

Referensi :
Yayasan spiritia. Buku seri kecil terapi Alternatif. 2005. Jakarta
Tesis Irsyanti Collein . Makna Spiritualis Pada Pasien HIV/AIDS Dalam Konteks Asuhan Keperawatan di RSUPN dr Cipto Mangun Kusumo Jakarta. FK UI. 2010

Sabtu, 10 November 2012

PENGARUH TERAPI AIR PUTIH TERHADAP ULKUS DIABETIKUM







            Diabetes mellitus merupakan salah satu ancaman utama bagi kesehatan umat manusia pada abad 21. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat perkiraan bahwa pada tahun 2025, diseluruh dunia jumlah penderita Diabetes Mellitus diatas umur 20 tahun akan meningkat menjadi 300 juta orang (dikutip sari Suyono, 2006). Dari Diabetes Mellitus ini dapat menimbulkan bermacam-macam komplikasi yang diantaranya adalah Komplikasi Kronik Ulkus Diebetikum (mansjoer, 1999).
            Ulkus Diebetikum terjadi karena adanya penyempitan arteri dan terdapat gula berlebihan pada jaringan yang merupakan medium yang baik sekali bagi kuman. Ulkus Diebetikum timbul pada daerah yang sering mendapat tekanan ataupun trauma berupa luka yang berisi massa jaringan tanduk lemak, pus, serta kusta diatas (Klinik Lika Diabetes Terapi Terpadu,2012).
            Penanganan Ulkus Diabetikum dapat dilakukan dalam beberapa tingkatan (Yuda Handaya,2009) :
1) Tingkat 0, yaitu : meliputi edukasi tentang alas kaki khusus dan pelengkap alas kaki yang dianjurkan. Sepatu atau sandal yang dibuat secara khusus dapat mengurangi tekanan yang terjadi.
2) Tingkat I, yaitu : memerlukan debridemen jaringan nekrotik atau jaringan infeksius, perawatan lokal luka dan pengurangan beban.
3) Tingkat II, yaitu: memerlukan debridemen, antibiotik yang sesuai hasil kultur, perawatan luka dan teknik pengurangan beban yang lebih berarti.
4) Tingkat III, yaitu: memerlukan debridemen jaringan yang sudah menjadi gangren, amputasi sebagian, imobilisasi yang lebih ketat, dan pemberian antibiotik perenteral yang sesuai dengan klutur.
5) Tingkat IV, yaitu: biasanya memerlukan tindakan amputasi sebagian atau amputasi seluruh kaki.
Namun prinsip utama dalam proses penyembuhan ulkus DM adalah menurunkan kadar gula dalam darah.
Dalam praktek keperawatan terapi komplementer diperlukan untuk melengkapi atau memperkuat pengobatan konvensional maupun biomedis (Cushman & Hoffman, 2004) agar bisa mempercepat proses penyembuhan. Pengobatan konvensiaonal (kedokteran) lebih mengutamakan  penanganan gejala penyakit, sedangkan pengobatan alami (komplementer) menangani penyebab penyakit serta memacu tubuh sendiri untuk menyembuhkan penyakit yang diderita (Sustrani, Alam & Hadibroto, 2005)
            Hidroterapi, adalah salah satu metode terapi komplementer untuk menjaga tubuh tetap sehat dan mengobati penyakit. Terapi air putih pertama kali di kembangkan di India dan diyakini dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti ; Diabetes Mellitus, TBC, arthtritis, hipertensi, asam urat, dan lain-lain. Terapi air putih alami dapat didasarkan pada dua penggunaan yaitu penggunaan air secara internal atau dengan cara meminum air secara benar dan penggunaan air secara eksternal. Penggunaan air putih yang dimaksud adalah terapi air putih yang dilakukan secara internal yaitu dengan meminum air putih sebanyak 1,5 liter setiap pagi segera setelah bangun tidur (Wike, 2007).
Dalam proses metabolisme, air mempunyai 2 fungsi utama yaitu: sebagai pembawa zat-zat nutrisi dan oksigen ke dalam sel-sel tubuh dan berfungsi untuk mengeluarkan produk samping hasil metabolisme (M. Anwari Irawan, 2007). Dari kedua fungsi tersebut apabila kandungan air dalam darah cukup maka zat-zat nutrisi dan oksigen akan mudah diangkut untuk proses penyembuhan pada area tubuh. Dan zat-zat sisa hasil metabolisme akan cepat terangkut untuk dikeluarkan melalui ginjal.
            Konsumsi air putih membantu proses pembuangan semua racun-racun di dalam tubuh, termasuk gula berlebihan (Sudarmoko, 2010). Hal ini diperkuat dengan penelitian Jmaes (2010) bahwa dengan minum air putih menyebabkan terjadinya pemecahan gula. Untuk membantu mengeluarkan zat-zat kimia seperti glukosa dan zat-zat lain melalui ginjal serta pembersihan organ tubuh, diperlukan jumlah cairan yang banyak dalam satu kali pemberian di pagi hari.


Dari hasil penelitian Zeuthen (2010) juga ditemukan bahwa cairan bisa menyebabkan terjadinya peningkatan osmotic sehingga menyebabkan pengenceran glukosa di plasma. Dengan pengenceran glukosa dalam darah, kadar glukosapun menjadi turun karena glukosa akan lebih mudah terangkut pada kondisi darah yang encer dari pada kental. Pada kondisi glukosa dalam darah yang normal, suplai makanan akan menjadi mudah sampai untuk memperbaiki jaringan ulkus tersebut.
Dalam sistem pencernaan pun air sangat bermanfaat, dengan adanya cairan yang cukup dalam sistem pencernaan usus menjadi lebih bersih dan gizi makanan dapat dengan mudah diserap. Dimana gizi tersebut sangat dibutuhkan untuk penyembuhan ulkus.

Selasa, 16 Oktober 2012

KONSEP IMUNISASI


KONSEP IMUNISASI
A.    PENGERTIAN
Imunisasi adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja memberikan kekebalan (imunitas) pada bayi atau anak sehingga terhindar dari penyakit (DepKes, 2000)

Imunisasi adalah usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan, seperti : BCG, DPT, Campak (Alimul, 2008)

B.     TUJUAN
Pentingnya pemberian imunisasi didasarkan pada latar belakang bahwa pada awal kehidupan anak belum mempunyai kekeban sendiri (humoral), anak baru akan membentuk imunoglobulin G sendiri  setelah umur 2 – 3 tahun.
Tujuan imunisasi menurut DepKes RI, 2001) :
-          Mencegah penyakit dan kematian bayi dan anak-anak yang disebabkan oleh wabah yang sering muncul.
-          Menurunkan angka kesakitan, kematian pada bayi, balita/anak-anak pra sekolah.
Menurut sumber lain disebutkan juga untuk mengurangi kecacatan akibat penyakit tertentu.

C.    JENIS KEKEBALAN / IMUNISASI
Ada dua jenis klasifikasi imunitas, yaitu kekebalan pasif dan kekebalan aktif.


1.      Kekebalan Pasif.
Terbagi atas dua klasifikasi, yaitu menurut terbentuknya dan menurut lokasi dalam tubuh.
1)      Menurut Terbentuknya
Ada dua jenis menurut klasifikasi ini, yaitu
·         Kekebalan pasif  bawaan (passive congenital)
Terdapat pada neonatus sampai dengan usia enam bulan, yang didapat dari ibu berupa antibody melalui vaskularisasi pada plasenta.
·         Kekebalan pasif didapat (passive acquired)
Kekebalan ini didapat dari luar misalnya : campak, tetanus, gigitan ular berbisa.
2)      Menurut lokasi dalam tubuh
Ada dua jenis imunitas, yaitu
·         Humoral yang terdapat dalam Imuniglobulin (Ig), yaitu : Ig G, Ig A, Ig M
·         Seluler yang terdiri atas fagositosis oleh sel-sel sistem retikuloendotelial.
2.      Kekebalan Aktif
Kekebalan aktif dapat terjadi apabila terjadi stimulus sistem imunitas yang menghasilkan antibody dan kekebalan seluler dan bertahan lebih lama dibanding kekebalan pasif (DepKes, 2000).
Ada dua jenis, yaitu:
1)      Kekebalan aktif didapat
Kekebalan ini didapat secara alami (naturaly acquired) setelah mengalami suatu proses infeksi.
2)      Kekebalan aktiv dibuat
Dikenal dengan imunisasi dasar dan ulangan (booster) berupa pemberian vaksin yang kumannya masih hidup tapi sudah dilemahkan.


D.    PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)
DepKes (2000) menetapkan bahwa adda tujuh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, yaitu : Tuberculosis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Poliomelitis, Campak, dan Hepatitis.
1.      Tuberculosis (TBC)
Disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang umumnya menyerang masyarakat dengan gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, sehingga daya tahan tubuh rendah dan tinggal dipemukiman yang padat dan tidak sehat sehingga mudah terjadi penularan penyakit.
Cara penularannya melalui droplet atau percikan air ludah yang terkontaminasi, sedangkan reservoarnya adalah manusia.
Imunisasi yang dapat mencegah penyakit TBC adalah BCG (Bacillus Calmette Guerin) . Vaksin BCG mengandung kumn TBC yang telah dilemahkan.
Efek samping pemberian vaksin BCG adalah meninggalkan kemerahan ditempat suntikan yang berubah menjadi pustule, kemudian pecahmenjai luka. Luka tidak perlu pengobatan tetapi akan sembuh secara spontan dan kemudian meninggalkan tanda parut. Kadang terjadi pembesaran kelenjar regional diketiak dan atau dileher, terasa padat tetapi tidak sakit,tidak perlu diobati akan sembuh dengan sendirinya.
Kontra indikasi : adanya penyakit kulit yang berat atau menahun seperti eksim, furonkolis dan sebagainya. Juga mereka yang sedang menderita TBC.
Banyak faktor yang mempengaruhi dampak imunisasi BCG terhadap angka kejadian tuberculosis. Namun demikian diharapkan dampak vaksinasi BCG paling tidak apabila tekena penyakit, akan lebih ringan  sehingga menurunkan angka kematian dan kecacatan.
2.      Difteri.
Disebabkan oleh Corynebacterium dyptheriae tipe gravis, milis, dan intermedius yang menular melalui percikan air ludah yang tercemar. Difteri dapat menjadi endemik pada lingkungan masyarakat dengan sosial ekonomi rendah karena banyaknya difteri kulit yang dialami anak-anak dan menular dengan cepat.
Imunisasi yang dapat mencegah penyakit ini adalah DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) pada anak dibawah satu tahun (imunisasi dasar) dan DT pada anak kelas I dan VI SD (booster).
Efek samping pemberian imunisasi DPT : efek ringan seperti pembengkakan dan nyeri pada daerah penyuntikan, demam. Efek berat dapat menangis hebat karena kesakitan, kesadaran menurun, terjadi kejang, ensefalopati dan shock.
Kontra indikasi : gejala-gejala keabnormalan otak pada periode bayi baru lahir, atau gejala keabnormalan pada saraf merupakan kontra indikasi pertusis. Anak yang mengalami gejala-gejala parah pada dosis pertama, komponen pertusis harus dihilangkan pada dosis kedua dan untuk meneruskan imunisasinya dapat diberikan DT.
3.      Pertusis/Batuk rejan/Batuk seratus hari.
Disebabkan oleh Bordetella Pertusis dengan penularan melalui droplet. Jenis imunisasi untuk pertusis adalah DPT.
4.      Tetanus
Disebabkan oleh Mycobacterium tetani yang berbentuk spora masuk kedalam luka terbuka, berkembangbiak secara anaerobik, dan membentuk toksin. Reservoar adalah kotoran hewan atau tanah yang terkontaminasi kotoran hewan dan manusia.
Jenis imunisasinya tidak hanya pada imunisasi DPT pada anak, namun juga TT pada calon pengantin (TT capeng), TT pada ibu hamil(TT bumil), dan DT pada anak sekolah dasar kelas I dan IV.
5.      Poliomielitis.
Disebabkan oleh virus polio tipe 1,2,3 yang menyerang myelin dan serabut otot. Penularan penyakit ini adalah melalui droplet atau fekal, reservoarnya adalah manusia yang menderita polio. Pencegahan dapat dilakukan dengan imunisasi polio.
Efek samping : pada umumnya tidak terdapat efeksamping. Efek samping berupa paralysis yang disebabkan oleh vaksin sangat jarang ( kurang dari 0,17 : 1.000.000 ; Bull WHO 66 :1998)
Kontra indikasi : pada penderita imun defisiensi. Tidak ada efek berbahaya yang timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit. Namun jika ada keraguan, misalnya sedang menderita diare maka dosis ulangan dapat diberika setelah sembuh.
6.      Campak.
Disebabkan oleh Virus Morbili yang menular melalui droplet. Imunisasi diberika pada anak usia 9 bulan dengan rasional kekebalan ibu terhadap penyakit campak berangsur-angsur  akan hilang sampai usia 9 bulan.
Komplikasi yang harus dicegah : otitis media, konjungtivitis berat,enteritis dan pneumonia. Imunisasi yang diberikan adalah imunisasi campak.
Efek samping imunisasi campak adalah dapat terjadi ruam pada tempat suntikan dan panas selama 3 hari yang dapat terjadi 8-12 hari setelah vaksin.
Kontra indikasi : penderita defisiensi imun atau yang diduga menderita gangguan respon imun seperti ; leukimia, lymphoma.
7.      Hepatitis B
Disebabkan oleh virus hepatitis tipe B. Imunisasi untuk mencegah hepatitis B adalah imunisasi hepatitis B yang diberika pada bayi umur 0 – 11 bulan dengan maksud untuk memutus rantai penularan dari ibu ke bayi.
Efek samping : reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan disekitar daerah penyuntikan. Reaksinya bersifat ringan yang  dapat  hilang  setelah dua hari.
Kontra indikasi :hipersensitif  pada komponen vaksin. Seperti vaksin-vaksin lain, vaksin ini tidak boleh diberika pada penderita infeksi berat disertai kejang.


E.     PEMBERIAN IMUNISASI
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian imunisasi adalah:
1.      Orang tua anak harus ditanyakan aspek berikut :
a.       Status kesehatan anak saat ini(apakah dalam kondisi sehat atau sakit)
b.      Pengalaman/reaksi terhadap imunisasi yang pernah didapat sebelumnya.
c.       Penyakit yang dialami dimasa lalu dan sekarang.
2.      Inform consent.
Orang tua harus mengerti tentang hal-hal yang berkaitan dengan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi terlebih dahulu sebelum menerima imunisasi. Penjelasan mencakup jenis imunisasi yang akan diberikan, alasan diimunisasi, manfaat imunisasi, dan efak sampingnya.
3.      Catatan imunisasi yang lalu (apabila pernah mendapatkan imunisasi sebelumnya.
4.      Pendidikan kesehatan kepada orang tua.  Tindakan imunisasi harus didasari pada adanya pemahaman yang baik dari orang tua tentang imunisasi sebagai pencegahan penyakit. Gali juga pemahaman orang tua tentang imunisasi. Gunakan pertanyaan terbuka untuk mendapatkan informasi tentang pemahaman orang tua terhadap imunisasi. Yang pada akhirnya diharapkan adanya kesadaran orang tua untuk memelihara kesehatan anak sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.
5.      Kontra indikasi pemberian imunisasi, yaitu :
a.       Flu berat atau panas tinggi dengan penyebab yang serius.
b.      Perubahan pada sistem imun yang tidak dapat menerima vaksin virus hidup.
c.       Sedang dalam pemberian obat-obat  yang menekan sistem imun, seperti sitostatika, transfusi darah, imunoglobulin.
d.      Riwayat alergi terhadap pemberian vaksin sebelumnya seperti pertusis.

6.      Sifat fisik
Jenis vaksin dibagi menurut:
a.       Sensivitas terhadap suhu.
a)      Vaksin yang sensitive terhadap beku (freeze sensitive = FS)
Yaitu : DPT, DT, TT, Hepatitis B dan DPT-HB
b)      Vaksin yang sensitive terhadap panas (heat sensitive = HS)
Yaitu : Campak, Polio, dan BCG
b.      Substrak pembuatannya.
a)      Vaksin kuman yang dilemahkan, seperti
·         Virus campak dalam vaksin campak
·         Virus polio dalam sabin pada vaksin polio
·         Kuman TBC dalam vaksin BCG
b)      Vaksin dari kuman yang dimatikan, seperti
·         Bakteri pertusis dalam DPT
·         Virus polio jenis salk dalam vaksin polio
c)      Vaksin yang terbuat dari  protein khusus kuman seperti Hepatitis B.
Cara pemberian imunisasi dasar (petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi di Indonesia, Menurut DepKes 2000):
VAKSIN
DOSIS
CARA PEMBERIAN
BCG



DPT

Polio

Campak


Hepatitis B


TT
0,05 cc



0,5 cc

2 tetes

0,5 cc


0,5 cc


0,5 cc
Intra cutan tepat di insersio muskelus deltoideus kanan

Intra muskular

Diteteskan ke mulut

Sub kutan, biasanya dilengan kiri atas

Intra muskular pada paha bagian luar

Intramuskular dalam, biasanya dimuskulus deltoideus
Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi dasar (petunjuk Pelaksanaan Program Imunisasi di Indonesia, Menurut DepKes 2000):
VAKSIN
PEMBERIAN IMUNISASI
SELANG WAKTU PEMBERIAN
UMUR PEMBERIAN
KETERANGAN
BCG
DPT
Polio
Campak
Hepatitis B
1 kali
3 kali
4 kali
1 kali
3 kali

4 minggu
4 minggu
4 minggu
4 minggu
0 – 11 bulan
2 – 11 bulan
0 – 11 bulan
9 – 11 bulan
0 – 11 bulan





Untuk bayi yang lahir di puskesmas/RS dapat diberikan imunisasi Hepatitis B, BCG dan polio dengan segera
Jenis Imunisasi yang dianjurkan:
1.      Varisela / cacar air
2.      Hepatitis A
3.      Tifoid (suntik / oral)
4.      MMR (Measles, Mumps, Rubella)
5.      HIB (Haemophilus Influenza Tipe B)